Penangkapan Udang Penaeid Pasca Moratorium dan Pelarangan Kapal Trawl di Kabupaten Kaimana Propinsi Papau Barat

  • Misbah Sururi Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Abudarda Razak Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Silvester Simau Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Endang Gunaisah Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • M Ali Ulat Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Sudirman Sudirman Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Handayani Handayani Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Amir Suruwaky, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Sepri Sumbung Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Muh Suryono Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Mustasim Mustasim Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Muhfizar Muhfizar Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Samsul Muhamad Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
Keywords: Udang Penaeid, trammel net, Jaring udang monofilament, Kaimana

Abstract

Penelitian ini mendiskripsikan penangkapan udang penaeid di Kabupaten Kaimana setelah moratorium dan Pelarangan Penangkapan ikan dengan Pukat Hela/Pukat Tarik untuk memberi gambaran dalam perencanaan pengelolaan perikanan udang yang berkelanjutan.  Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah metode survei lapangan dengan mengikuti langsung kegiatan operasi penangkapan oleh nelayan, pengukuran alat tangkap dan wawancara yang dilakukan mulai bulan September – November 2017 kemudian diolah dan di bahas secara deskriptif.  Penangkapan udang penaeid di Kabupaten Kaimana setelah moratorium dan Pelarangan Penangkapan ikan dengan Pukat Hela/Pukat Tarik dilakukan oleh nelayan skala kecil yang berasal dari daerah Arguni dan Nelayan Kaimana  menggunakan trammel net dan jaring udang monofilament dengan menggunakan perahu katinting dan longboat motor tempel. Penangkapan udang dengan jaring udang PA monofilament dilakukan pada perairan pesisir pantai pada kedalamanan 1 – 5 meter dan penangkapan udang dengan trammel net dilakukan pada perairan pesisir pantai pada kedalamanan 5 – 20 m. Umumnya dasar perairan lumpur berpasir dengan warna perairan keruh abu-abu, dan sepanjang pantai terdapat hutan mangrove dengan hasil tangkapan didominasi udang banana. Musim penangkapan  terjadi pada bulan November – April untuk Perairan Arguni, dan Juni – Oktober di Perairan Teluk Kaimana.

References

Astuti, E.M. 2005. Dimensi Unit Penangkapan Pukat Udang dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya. Udang di Perairan Laut Arafura. Skripsi. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan,. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Ttahun 1980 Tentang Penghapusan Jaring Trawl Jakarta.

KKP. 2015. Peraturan menteri kelautan dan perikanan republik indonesia nomor 2/permen-kp/2015. Larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) di wilayah pengelolaan perikanan Negara republik Indonesia. KKP. Jakarta.

KKP. 2014. Peraturan menteri kelautan dan perikanan republik indonesia nomor 56/permen-kp/2014. Moratorium Kapal Pukat Udang (Trawl).KKP. Jakarta.

Mohammad Nazir, 2005. Metode Penelitian. Jakarta

Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana. 2016. Laporan Tahunana Dinas Kabupaten Kaimana. Kaimana : DKP.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kaimana 2016. Kaimana dalam angka 2015.

Purbayanto dkk, 2004. Pedoman Umum Perencanaan Pengelolaan dan Pemanfaatan Hasil Tangkapan Sampingan Pukat Udang di Laut Arafura. PT.Sucofindo dan Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Papua. 68 hal.

Naamin, N. 1987. Dinamika populasi udang jerbung (Penaeus merguiensis de Man) di perairan Arafura dan alternatif pengelolaannya. Jurnal Penelitian Perikanan Laut No. 42. Balitkanlut, Jakarta: 15-24.

Sjahrir, A. 2001. KomposisiUdang Penaeid yang Tertangkap di Laut Arafura. (Perairan Aru dan Dolak). Skripsi (tidak dipublikasikan). Bogor: Depertemen.

Sumiono, B. 2011. Distribusi, komposisi jenis, kepadatan stok dan status pemanfaatan udang penaeid di Laut Arafura. Makalah disajikan pada Forum-1 Laut Arafura. Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumberdaya Ikan. Bogor 2011: 16 halaman.

Suman, A. 2014. Potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di WPP-RI. Makalah disampaikan pada pertemuan Komnaskajiskan, Jakarta.

Suman, A & F. Satria. 2014. Opsi pengelolaan sumberdaya udang di laut arafura (wpp 718). J. Kebijak.Perikan.Ind. Vol.6 No.2 : 97-104

WWF, 2015. Perikanan Udang Penaid, Panduan Penangkapan dan Penanganan. WWF- Indonesia. Jakarta.

Published
2017-12-20
How to Cite
Sururi, M., Razak, A., Simau, S., Gunaisah, E., Ulat, M. A., Sudirman, S., Handayani, H., Suruwaky, A., Sumbung, S., Suryono, M., Mustasim, M., Muhfizar, M., & Muhamad, S. (2017). Penangkapan Udang Penaeid Pasca Moratorium dan Pelarangan Kapal Trawl di Kabupaten Kaimana Propinsi Papau Barat. Jurnal Airaha, 6(2), 070 - 080. https://doi.org/10.15578/ja.v6i2.80
Section
Articles